Bima – Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) KSR PMI STKIP Taman Siswa Bima menggelar aksi donor darah masal ke-15 dengan target perolehan 100 kantong darah di Bima, Rabu (22/4/2026). Kegiatan yang bekerja sama dengan Unit Transfusi Darah (UTD) RSUD Bima ini membuka akses bagi mahasiswa dan masyarakat umum untuk mendonorkan darah guna memenuhi kebutuhan medis di wilayah tersebut.
Aksi ini menjadi krusial di tengah fluktuasi ketersediaan stok darah di rumah sakit daerah yang seringkali mengalami kekurangan pada golongan darah tertentu. Seluruh stok yang terkumpul dalam kegiatan bertajuk “Setetes Darah, Segudang Harapan sebagai Amal Kehidupan” ini akan langsung dialihkan ke RSUD Bima untuk mendukung pelayanan pasien darurat, operasi, dan pengobatan kronis.
Prosedur pelaksanaan donor darah dalam kegiatan ini dilakukan dengan pengawasan ketat tim medis RSUD Bima. Setiap calon pendonor diwajibkan menjalani pemeriksaan kondisi fisik secara mendalam sebelum diperbolehkan melakukan pengambilan darah. Pemeriksaan tersebut mencakup verifikasi kadar hemoglobin, tekanan darah, berat badan, serta riwayat kesehatan terkini untuk memastikan keamanan bagi pendonor mampun penerima transmisi.
Kegiatan ini merupakan bagian dari program kerja rutin setiap kepengurusan UKM KSR PMI STKIP Taman Siswa Bima. Memasuki pelaksanaan ke-15, program ini telah bertransformasi menjadi salah satu penyokong stabilisasi stok darah di Kabupaten dan Kota Bima. Konsistensi penyelenggaraan secara periodik dinilai efektif dalam mengedukasi masyarakat muda terkait pentingnya donor darah rutin bagi kesehatan pribadi dan kemanusiaan.
Tim medis dari UTD RSUD Bima mengerahkan peralatan standar rumah sakit guna menjamin proses ekstraksi darah berjalan sesuai protokol kesehatan. Pihak penyelenggara menyatakan bahwa integrasi dengan fasilitas kesehatan pemerintah bertujuan agar distribusi darah dapat berlangsung efisien dan tepat sasaran kepada pasien yang benar-benar membutuhkan.
Selain mahasiswa aktif STKIP Taman Siswa Bima, kegiatan ini juga menarik perhatian warga sipil di sekitar kampus. Partisipasi publik ini diharapkan dapat menutupi celah kebutuhan darah yang terus meningkat seiring bertambahnya jumlah layanan kesehatan di daerah tersebut. Hingga berita ini diturunkan, proses skrining kesehatan masih berlangsung terhadap puluhan calon pendonor yang mengantre sejak pagi hari.
Tingginya target 100 kantong darah pada edisi ke-15 ini mencerminkan peningkatan kapasitas pengorganisarian relawan mahasiswa dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Penyelenggara menekankan bahwa kesuksesan target tersebut akan sangat bergantung pada kelayakan kesehatan para pendaftar, mengingat standar ketat medis yang diterapkan oleh tim UTD RSUD Bima.
Konteks kebutuhan darah di Bima menunjukkan pola peningkatan pada periode-periode tertentu. Melalui inisiatif sektor universitas, tekanan terhadap penyediaan stok darah oleh pemerintah daerah dapat terbantu. Relawan KSR PMI menyatakan komitmennya untuk mempertahankan frekuensi kegiatan ini sebagai bentuk kontribusi sektor akademisi terhadap ketahanan kesehatan publik.
Pihak penyelenggara menyatakan harapan agar tingginya antusiasme pendaftar dalam kegiatan ini mampu melampaui ekspektasi jumlah kantong darah yang terkumpul. Hal ini dipandang sebagai langkah konkret dalam memperpendek jarak antara lonjakan permintaan darah dengan ketersediaan di bank darah rumah sakit.
Hingga penutupan kegiatan nanti sore, tim medis dan panitia tetap bersiaga untuk melayani pendonor terakhir. Evaluasi terhadap jumlah total kantong yang berhasil dikumpulkan serta kondisi kesehatan para pendonor akan dilakukan segera setelah kegiatan berakhir sebagai basis data untuk pelaksanaan donor darah masal berikutnya.


