IMG-20260422-WA0004
Kabar Olahraga

Atlet Sepak Takraw STKIP Taman Siswa Bima Targetkan Sapu Bersih Lima Emas Porprov NTB 2026

Kota Bima – Mahasiswi Program Studi Pendidikan Jasmani Kesehatan dan Rekreasi (PJKR) STKIP Taman Siswa Bima, Nurinayah, secara resmi memulai pemusatan latihan mandiri untuk merebut lima medali emas pada Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) NTB 2026 mendatang di Mataram. Langkah strategis ini diambil menyusul performa impresifnya dalam dua edisi Porprov sebelumnya dan target ambisius untuk menembus seleksi Pekan Olahraga Nasional (PON) 2028 di Nusa Tenggara Timur (NTT).

Komitmen atlet muda asal Kelurahan Panggi, Kota Bima ini menjadi sorotan penting bagi peta kekuatan olahraga sepak takraw di Nusa Tenggara Barat. Keberhasilan Nurinayah mempertahankan konsistensi prestasi di level regional menjadi sinyal positif bagi regenerasi atlet berprestasi di wilayah timur Indonesia. Persiapan dini ini dinilai krusial mengingat Porprov 2026 juga akan berfungsi sebagai indikator awal pemetaan atlet potensial untuk ajang nasional dua tahun berikutnya.

Berdasarkan rekam jejak prestasinya, Nurinayah yang kini duduk di semester dua bangku kuliah, tercatat sebagai salah satu atlet paling produktif di cabang olahraga sepak takraw. Pada Porprov 2018 di Mataram, ia berhasil menyumbangkan tiga medali emas. Dominasinya berlanjut pada gelaran Porprov 2023 dengan torehan yang meningkat menjadi empat medali emas, memperkokoh posisinya sebagai tulang punggung tim Kota Bima di kancah provinsi.

Selain kesuksesan di tingkat provinsi, atlet yang akrab disapa Naya ini memiliki jam terbang internasional dan nasional yang mumpuni. Ia tercatat sebagai delegasi NTB dalam ajang Pra-PON 2019 di Tarakan, Kalimantan Utara, serta kembali memperkuat tim pada Pra-PON 2024 yang berlangsung di Jepara, Jawa Tengah. Pengalaman di kompetisi tingkat tinggi tersebut menjadi modal utama dalam upayanya meningkatkan perolehan medali pada edisi Porprov mendatang.

Ketua Program Studi PJKR STKIP Taman Siswa Bima, Dr. Rabwan Satriawan, M.Pd., menyatakan dukungan penuh institusi terhadap pengembangan karier atletik mahasiswanya. Menurutnya, integrasi antara pendidikan akademik dan prestasi olahraga merupakan fokus utama prodi dalam mencetak profil lulusan yang kompetitif di level nasional.

“Kami mengapresiasi integritas dan kedisiplinan Nurinayah dalam menjaga performa atletiknya di tengah jadwal perkuliahan. STKIP Taman Siswa Bima berkomitmen melalui Prodi PJKR untuk menyediakan ekosistem yang mendukung atlet seperti Naya agar dapat meraih target maksimal, yakni lima medali emas di Porprov 2026 dan menembus skuat PON 2028,” ujar Dr. Rabwan Satriawan dalam keterangan resminya.

Konteks kebangkitan prestasi olahraga di Bima saat ini didorong oleh sinkronisasi antara lembaga pendidikan tinggi dan pengurus cabang olahraga lokal. Model pembinaan yang melibatkan perguruan tinggi seperti STKIP Taman Siswa terbukti efektif dalam menjaga kontinuitas latihan atlet tanpa mengorbankan masa depan pendidikan mereka. Keberadaan atlet mahasiswa seperti Nurinayah menjadi bukti nyata efektivitas skema pembinaan berbasis akademik tersebut.

Pihak pengelola program studi juga menegaskan bahwa pencapaian Naya bukan sekadar prestasi individu, melainkan representasi dari kualitas kurikulum PJKR yang berorientasi pada peningkatan fisik dan teknik atletik. Dukungan teknis berupa fasilitas latihan dan pendampingan sport science terus diupayakan untuk memastikan target lima emas tersebut tercapai secara faktual melalui persiapan yang terukur.

Persaingan di cabang sepak takraw Porprov NTB diprediksi akan semakin kompetitif dengan munculnya bibit-bibit baru dari Kabupaten Sumbawa dan Lombok Barat. Namun, dengan pengalaman bertanding di Kalimantan Utara dan Jawa Tengah, Nurinayah dinilai memiliki keunggulan secara mentalitas bertanding dan pemahaman taktis yang lebih matang dibanding kompetitor seusianya.

Tahapan selanjutnya bagi Nurinayah adalah mengikuti serangkaian uji coba atau try-out di luar daerah guna mematangkan kesiapan fisik sebelum memasuki fase kualifikasi resmi. Manajemen kepelatihan di bawah koordinasi STKIP Taman Siswa Bima saat ini sedang menyusun jadwal periodisasi latihan yang sinkron dengan kalender akademik semester dua agar performa atlet tetap berada pada puncaknya saat kompetisi berlangsung.

Fokus jangka panjang yang dibidik adalah kualifikasi PON 2028 di NTT, di mana Nurinayah diharapkan mampu menghapus dahaga medali emas sepak takraw bagi kontingen Nusa Tenggara Barat di level nasional. Seluruh proses persiapan di tahun 2024 hingga 2025 ini secara teknis akan diarahkan untuk memenuhi standar limitasi atlet nasional yang ditetapkan oleh KONI pusat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *