Di tengah perdebatan soal dampak gawai terhadap tumbuh kembang anak, kisah seorang balita asal Jepara justru menarik perhatian. Arshyla Quinnsha Qiana Qalesya, atau akrab disapa Achio, di usia 4,5 tahun sudah mampu berbicara dengan intonasi jelas layaknya orang dewasa.
Achio merupakan putri dari pasangan Vico Rahman dan Elisa Fitriana Prihandari. Kemampuan bicaranya yang menonjol disebut tak lepas dari kebiasaannya menonton konten video di platform digital.
“Semua karena Achio sering lihat TikTok dan YouTube dengan narasi bahasa Indonesia yang jelas,” ujar Vico Rahman, owner Queensha Jepara.
Fenomena ini menjadi contoh bagaimana paparan konten digital dapat mempercepat kemampuan bahasa anak, terutama dalam hal intonasi dan pelafalan. Namun di balik itu, orang tua juga menyadari adanya efek samping.
“Memang ada dampak buruknya kalau terlalu sering lihat HP. Kadang kalau dipanggil, Achio tidak langsung merespons,” ungkapnya.
Selain itu, dalam tahap perkembangan bicaranya, Achio masih mengalami kesulitan mengucapkan huruf “R” yang terdengar seperti “L”. Meski demikian, hal tersebut dinilai sebagai proses yang wajar bagi anak seusianya.
Sebagai orang tua, Vico menegaskan pendekatan yang ia terapkan lebih kepada kasih sayang disertai ketegasan seperlunya.
“Saya tidak pernah memarahi. Paling hanya memanggil dengan nada tegas kalau dia tidak merespons,” katanya.
Di balik segala keunikannya, Achio dikenal sebagai anak yang aktif dan ceria. Bagi orang tuanya, perkembangan sang buah hati tetap menjadi prioritas utama, termasuk menjaga keseimbangan antara stimulasi digital dan interaksi langsung.
Kisah Achio menjadi potret kecil dari realitas baru di era digital—di mana teknologi bisa menjadi alat pembelajaran, namun tetap membutuhkan kontrol dan pendampingan.
“Yang penting tetap diawasi. Anak itu cepat sekali menyerap apa yang dilihat,” pungkas Vico, Rabu (22/4).
***
(22 April 2026)



