Bima, 14 Agustus 2026 – Memulai pendidikan tinggi bukan sekadar memilih program studi dan melakukan registrasi. Lebih dari itu, calon mahasiswa dan orang tua perlu memahami arah keilmuan, proses akademik, serta komitmen pembiayaan yang akan dijalani selama masa studi. Kesadaran inilah yang mendorong STKIP Taman Siswa Bima menyelenggarakan kegiatan Pendampingan Pra-Kuliah dan Sosialisasi Visi Keilmuan Program Studi Pendidikan Sejarah bagi Calon Mahasiswa Baru (CAMABA) beserta orang tua/wali, Jumat (14/8/2026).
Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 08.00–11.00 WITA tersebut diikuti oleh 165 Camaba (Prodi PGSD, Pendidikan B.Inggris, Pendidikan Matematika), Dan 20 CAMABA Program Studi Pendidikan Sejarah bersama orang tua/wali. Kegiatan dirancang sebagai ruang perkenalan dan pendampingan awal agar calon mahasiswa beserta keluarga memiliki gambaran yang utuh mengenai perjalanan pendidikan yang akan ditempuh selama delapan semester di STKIP Taman Siswa Bima.
Selain mempererat silaturahmi antara perguruan tinggi dengan orang tua/wali, kegiatan ini juga bertujuan memberikan informasi secara terbuka mengenai berbagai aspek akademik dan administrasi, mulai dari proses registrasi, keuangan, perkuliahan, hingga kehidupan akademik mahasiswa.
Transparansi Biaya Sejak Awal
Salah satu bagian penting dalam kegiatan tersebut adalah penyampaian informasi akademik, administrasi, dan keuangan oleh Dr. Fatma, M.Pd., selaku Kepala Pusat Data Administrasi Akademik STKIP Taman Siswa Bima.
Dalam pemaparannya, Dr. Fatmah, M.Pd menjelaskan secara terbuka mengenai komponen biaya pendidikan yang perlu dipersiapkan mahasiswa selama delapan semester, termasuk beban pembiayaan yang menjadi kewajiban mahasiswa. Penyampaian informasi sejak awal tersebut menjadi langkah penting untuk membangun komunikasi yang transparan antara kampus, mahasiswa, dan orang tua/wali.
Transparansi tersebut diharapkan dapat menghindarkan terjadinya kesalahpahaman mengenai pembiayaan pendidikan di kemudian hari. Orang tua/wali dapat mengetahui sejak awal gambaran biaya yang harus dipersiapkan, sekaligus dapat merencanakan dan mengawal proses pendidikan putra-putrinya secara lebih baik.
Lebih dari sekadar persoalan administrasi, kegiatan ini juga menanamkan pemahaman bahwa kuliah bukan hanya tentang membayar biaya pendidikan, tetapi merupakan investasi jangka panjang dalam pengetahuan, kompetensi, karakter, jejaring, dan masa depan mahasiswa.
Mengenal Arah Keilmuan dan Masa Depan Lulusan Pendidikan Sejarah
Setelah sesi umum yang dilaksanakan di Auditorium Sudirman, kegiatan dilanjutkan dengan sesi khusus pada masing-masing program studi. Sesi umum sebelumnya dilaksanakan secara bersama-sama dengan CAMABA dari tiga program studi lainnya, yaitu PGSD, Pendidikan Bahasa Inggris, dan Pendidikan Matematika.
Khusus bagi CAMABA Program Studi Pendidikan Sejarah, sesi berikutnya diisi oleh Ketua Program Studi Pendidikan Sejarah melalui kegiatan pendampingan dan sosialisasi mengenai visi keilmuan serta profil lulusan Program Studi Pendidikan Sejarah.
Pada sesi tersebut, CAMABA diperkenalkan dengan arah pengembangan keilmuan Program Studi Pendidikan Sejarah, karakter kompetensi yang akan dikembangkan selama proses perkuliahan, serta gambaran profil lulusan yang dipersiapkan untuk memasuki dunia kerja dan berkontribusi di tengah masyarakat.
Pendampingan ini menjadi penting karena mahasiswa tidak hanya perlu mengetahui apa yang akan dipelajari, tetapi juga memahami untuk apa mereka belajar dan ke mana kompetensi tersebut akan membawa mereka setelah menyelesaikan pendidikan.
Dengan demikian, sejak sebelum perkuliahan dimulai, CAMABA diharapkan telah memiliki orientasi yang lebih jelas mengenai perjalanan akademiknya selama delapan semester.
Orang Tua Menyambut Positif Keterbukaan Kampus
Kegiatan tersebut mendapat tanggapan positif dari para orang tua/wali yang hadir. Mereka menyampaikan apresiasi karena kampus memberikan informasi secara langsung mengenai proses akademik dan pembiayaan pendidikan sebelum mahasiswa memulai perkuliahan.
Bagi orang tua/wali, informasi tersebut dinilai penting karena memungkinkan mereka mengetahui dan mempersiapkan kebutuhan pendidikan anak secara lebih terencana. Keterbukaan mengenai biaya selama masa studi juga memberikan kepastian sehingga orang tua tidak merasa terkejut dengan berbagai kebutuhan pembiayaan yang muncul selama proses pendidikan.
Salah seorang orang tua/wali menyampaikan bahwa kegiatan seperti ini sangat membantu karena orang tua dapat memahami proses yang akan dilalui anak selama kuliah, baik dari sisi akademik maupun keuangan. Menurutnya, keterbukaan informasi sejak awal juga membuat orang tua lebih mudah melakukan pengawasan dan memberikan dukungan kepada anak selama menjalani pendidikan.
Respons positif juga datang dari CAMABA. Salah seorang calon mahasiswa menyambut baik kegiatan tersebut karena informasi yang diperoleh membuatnya semakin yakin terhadap pilihan program studi yang telah diambil. Pengenalan terhadap visi keilmuan dan profil lulusan memberikan gambaran yang lebih jelas mengenai hubungan antara proses perkuliahan dengan rencana masa depan yang ingin dicapai.
Membangun Kepercayaan Sebelum Perkuliahan Dimulai
Melalui kegiatan ini, STKIP Taman Siswa Bima menunjukkan bahwa pendampingan mahasiswa idealnya dimulai bahkan sebelum mahasiswa resmi memasuki ruang perkuliahan.
Keterlibatan orang tua/wali dalam tahap awal pendidikan menjadi bagian penting dalam membangun komunikasi, kepercayaan, dan kolaborasi antara kampus dan keluarga. Sementara itu, pengenalan visi keilmuan dan profil lulusan membantu mahasiswa memahami bahwa memilih program studi bukan sekadar menentukan tempat kuliah, tetapi juga menentukan arah pengembangan kompetensi dan masa depan.
Model pendampingan pra-kuliah yang menggabungkan transparansi administrasi dan keuangan, penguatan komunikasi dengan orang tua, serta pengenalan visi keilmuan dan profil lulusan ini dapat menjadi praktik baik yang dapat dikembangkan oleh perguruan tinggi lainnya.
Dengan langkah tersebut, kampus tidak hanya menyambut mahasiswa baru, tetapi juga membangun kesepahaman bersama antara mahasiswa, orang tua, dan perguruan tinggi sejak langkah pertama menuju pendidikan tinggi.
Bagi STKIP Taman Siswa Bima, kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen untuk menciptakan proses pendidikan yang terbuka, terarah, dan berorientasi pada keberhasilan mahasiswa, karena perjalanan menuju masa depan yang baik seharusnya dimulai dengan informasi yang jelas, pilihan yang yakin, dan dukungan yang kuat dari keluarga serta perguruan tinggi.



