1001561055
Kabar Olahraga

PENJAS BERBAGI: Gerakkan Semangat, Ciptakan Pembelajaran PJOK yang Menyenangkan

Bima, 20 Agustus 2026 — Program Studi Pendidikan Jasmani, Kesehatan, dan Rekreasi (PJKR) STKIP Taman Siswa Bima menggelar kegiatan “Penjas Berbagi” di SMP Negeri 4 Kota Bima, Kamis (20/8/2026). Kegiatan ini mengusung tema “Pengenalan Literasi Gerak dan Pembelajaran PJOK Menyenangkan” sebagai upaya memperkuat pemahaman peserta didik terhadap pentingnya aktivitas gerak dalam proses pembelajaran Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan (PJOK).

Kegiatan diikuti oleh siswa SMP Negeri 4 Kota Bima serta melibatkan dosen PJKR STKIP Taman Siswa Bima sebagai pemateri dan pendamping kegiatan. Selain kegiatan bersama siswa, program tersebut juga memberikan layanan pendampingan bagi guru melalui kegiatan terapi rendam kaki dan gurah mata.

Ketua STKIP Taman Siswa Bima, Dr. Ibnu Khaldun, M.Si., dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan Penjas Berbagi merupakan bagian dari komitmen perguruan tinggi untuk memberikan kontribusi nyata terhadap peningkatan kualitas pembelajaran di sekolah.

“Pendidikan jasmani tidak hanya berbicara tentang aktivitas fisik dan olahraga, tetapi juga bagaimana membangun karakter, kedisiplinan, kerja sama, tanggung jawab, kreativitas, serta kepercayaan diri peserta didik. Karena itu, pembelajaran PJOK harus dikemas secara menyenangkan, aktif, dan memberikan pengalaman belajar yang bermakna,” ujarnya.

Lanjutnya kegiatan pengabdian ini kunjungan pertama di SMPN 4 Kota Bima sebagai ruang kolaborasi antara perguruan tinggi dan sekolah, sekaligus memberikan pengalaman baru bagi siswa maupun guru dalam mengembangkan pembelajaran PJOK.

“Melalui Penjas Berbagi, kami ingin menghadirkan semangat bahwa bergerak adalah bagian penting dari proses belajar. Kami berharap siswa semakin aktif, percaya diri, dan memiliki pemahaman bahwa olahraga merupakan bagian dari gaya hidup sehat,” tambahnya.

Kegiatan diawali dengan pembukaan yang diikuti oleh pihak sekolah, siswa, serta dosen PJKR STKIP Taman Siswa Bima. Setelah pembukaan, peserta didik diarahkan untuk membentuk beberapa kelompok berdasarkan kelas dan mengikuti aktivitas pembelajaran gerak di lapangan.

Dosen PJKR STKIP Taman Siswa Bima memberikan materi dan praktik yang dirancang untuk memperkenalkan literasi gerak serta menciptakan suasana pembelajaran PJOK yang lebih aktif dan menyenangkan.

Selain kegiatan di lapangan, sejumlah dosen juga memberikan materi di dalam ruangan. Kegiatan berlangsung sejak jam pelajaran pertama hingga sekitar pukul 12.00 WITA.

Pada waktu yang bersamaan, guru dan tenaga pendidik SMP Negeri 4 Kota Bima juga mendapatkan kegiatan pendampingan berupa terapi rendam kaki dan gurah mata sebagai bagian dari rangkaian kegiatan Penjas Berbagi.

Kegiatan Penjas Berbagi bertujuan meningkatkan pemahaman siswa mengenai pentingnya literasi gerak serta memperkenalkan pendekatan pembelajaran PJOK yang aktif, kreatif, menyenangkan, dan berorientasi pada pengalaman peserta didik.

Sasaran utama kegiatan adalah siswa SMP Negeri 4 Kota Bima. Sementara itu, guru juga menjadi bagian dari sasaran kegiatan melalui pemberian materi dan layanan pendampingan kesehatan sederhana.

Melalui kegiatan tersebut, PJOK diharapkan tidak lagi dipandang hanya sebagai kegiatan olahraga, tetapi sebagai proses pendidikan yang mampu mengembangkan aspek fisik, sosial, emosional, karakter, dan keterampilan peserta didik.

Sambut kepala sekolah SMP Negeri 4 Kota Bima Syarifuddin, M.Pd Kegiatan Penjas Berbagi mendapat respons positif dari peserta didik dan pihak sekolah. Siswa memperoleh pengalaman belajar melalui aktivitas gerak yang dikemas secara variatif dan menyenangkan, sementara guru mendapatkan tambahan wawasan mengenai pentingnya literasi gerak dalam pembelajaran PJOK.

Kegiatan ini juga menghasilkan penguatan kerja sama antara STKIP Taman Siswa Bima, khususnya Program Studi PJKR, dengan SMP Negeri 4 Kota Bima dalam mendukung peningkatan kualitas pembelajaran PJOK.

Harapnya, “kegiatan serupa diharapkan dapat dilaksanakan secara berkelanjutan dengan cakupan materi yang lebih luas, sehingga pembelajaran PJOK dapat semakin inovatif, inklusif, dan relevan dengan kebutuhan peserta didik”.

“Gerakkan semangat, ciptakan pembelajaran hebat. Ayo bergerak, ayo belajar, dan ciptakan pembelajaran PJOK yang lebih menyenangkan.”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *