IMG-20260306-WA0068
Kabar Pariwisata

Tragis! Sopir Truk Asal Wanusobo Tewas Tersengat Kabel Listrik di Menganti Kedung

JEPARA – Seorang sopir truk dump asal Desa Wanusobo, Kecamatan Kedung, Kabupaten Jepara, meninggal dunia setelah tersengat aliran listrik di pinggir jalan Desa Menganti, Jumat (6/3) sore.

‎Korban diketahui bernama Totok Suwartono (62), warga RT 08 RW 02 Desa Wanusobo, Kecamatan Kedung. Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 16.30 WIB di RT 05 RW 02 Desa Menganti, Kecamatan Kedung Jepara.

‎Kapolsek Kedung AKP Dasiyo menjelaskan, kejadian bermula saat korban mengendarai truk dump melintas di jalan desa tersebut. Saat melintas, bak truk menyangkut kabel listrik yang melintang di jalan hingga terputus.

‎“Korban kemudian turun dari kendaraan untuk mengecek sumber kabel yang putus dengan cara menelusuri kabel tersebut. Saat itu kondisi tanah di sekitar lokasi masih basah setelah hujan,” terang Dasiyo.

‎Salah satu saksi, Slamet Wakhid, sempat mengingatkan korban agar menunggu petugas listrik. Namun imbauan tersebut tidak dihiraukan. Korban tetap mencoba menelusuri kabel hingga akhirnya tersengat aliran listrik dan terjatuh di lokasi kejadian.

‎Mendengar teriakan korban, warga sekitar langsung mendatangi lokasi. Namun saat diperiksa, korban sudah dalam kondisi tergeletak.

‎Polisi yang menerima laporan kemudian mendatangi lokasi kejadian, memeriksa saksi-saksi, serta berkoordinasi dengan Puskesmas Kedung I dan RSUD RA Kartini Jepara.

‎Berdasarkan pemeriksaan dokter jaga RSUD RA Kartini Jepara, dr. Ahmad Wafi Sahal, korban dinyatakan telah meninggal dunia. Hasil pemeriksaan juga tidak menemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban.

‎Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Jepara AKP Wildan Umar Rela membenarkan adanya peristiwa tersebut setelah menerima laporan dari Polsek Kedung. Ia juga mengimbau para sopir dan pekerja agar selalu berhati-hati saat bekerja.

‎“Kasus kecelakaan ini saat ini ditangani oleh Polres Jepara dan di kembalikan kepada keluarga,” ujarnya.

‎Pihak keluarga menerima kejadian tersebut sebagai musibah dan menolak dilakukan autopsi. Jenazah korban kemudian diserahkan kepada keluarga untuk dimakamkan.

‎Diketahui, saat kejadian korban sedang bekerja sebagai sopir truk dump yang mengangkut tanah untuk proyek di kawasan Koperasi Merah Putih Desa Menganti, Kecamatan Kedung.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *