Sukabumi– Semangat kolaborasi jaga alam menggema di Bale Wisata Balong, Blok Resort Cimungkat, Desa Pasir Datar Indah, Kecamatan Caringin, Jumat 15 Mei 2026. Mengusung tema “Leuweung Hejo Rakyat Ngejo, Leuweung Weuteuh Beuteung Seubeuh”, diskusi digelar untuk menyatukan langkah menyelamatkan kawasan kaki Gunung Gede Pangrango.
Acara ini dihadiri langsung oleh Kasie Polhut Resort Cimungkat Situ Gunung TNGP, Kepala Desa Pasir Datar Indah, Ketua LSM Dampal Jurig Irvan Azis, perwakilan KTH Nikreuh Mandiri, Pokdarwis, Koperasi Merah Putih, Karang Taruna, dan elemen masyarakat lainnya.
Kolaborasi ini menjadi bukti nyata sinergi antara Balai Besar Taman Nasional Gunung Gede Pangrango [TNGP], Pemerintah Desa Pasir Datar Indah, LSM Dampal Jurig, KTH Nikreuh Mandiri, Pokdarwis, Pengurus Koperasi Desa’ Merah Putih, hingga Karang Taruna.
Ketua LSM Dampal Jurig, Irvan Azis, menegaskan pentingnya menjaga hutan sebagai penyangga kehidupan.
“Leuweung hejo rakyat ngejo, leuweung weuteuh beuteung seubeuh. Kalau hutan di kaki Gunung Gede Pangrango ini rusak, yang kena dampaknya kita semua. Lewat obrolan di Bale Wisata Balong ini, kita satukan tekad: jaga hutan, jaga sumber air, jaga ekonomi warga. Kolaborasi TNGP, Pemdes, KTH, Pokdarwis, sampai Karang Taruna ini harus terus jalan, bukan cuma seremonial.”
Bale Wisata Balong di Blok Resort Cimungkat dipilih sebagai lokasi karena menjadi salah satu pintu masuk pendakian dan ekowisata Situ Gunung. Kawasan ini rawan aktivitas ilegal dan alih fungsi lahan yang mengancam kelestarian hutan.
Hasil diskusi Jumat Barokah ini akan ditindaklanjuti dengan:Patroli bersama TNGP, Polhut, dan masyarakat.
Penguatan ekowisata berbasis masyarakat melalui Pokdarwis & Koperasi Desa’ Merah Putih.Program penanaman di lahan kritis sekitar Pasir Datar Indah.
Pihak Resort Cimungkat TNGP mengapresiasi inisiatif warga. Sinergi ini diharapkan jadi model pelestarian hutan berbasis kolaborasi di wilayah penyangga Taman Nasional Gunung Gede Pangrango.



