IMG-20260520-WA0025-1
Kabar Populer

Meniti Dedikasi dari Kampung Halaman: Rekam Jejak Inspiratif Aldino Octalaperta, SH., MH. Menuju Puncak Pengabdian

RIAU – 20 / 05 / 2026, Perjalanan karier seorang abdi negara seringkali menjadi sebuah kisah yang penuh dengan liku, takdir yang tak terduga, dan dedikasi yang tanpa batas. Salah satu potret nyata dari kegigihan tersebut terpancar dari sosok Aldino Octalaperta, SH., MH., seorang putra asli kelahiran Kota Dumai yang kini terus menapak tangga karier di lingkungan Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Keminimipas).

Bagi masyarakat Dumai, nama Aldino bukanlah sosok yang asing. Di kota pelabuhan inilah ia dilahirkan dan dibesarkan. Ikatan psikologis dan pemahaman yang mendalam terhadap kultur budaya masyarakat setempat menjadi modal utama yang membentuk karakter kepemimpinannya yang tegas namun tetap humanis.

Dari Kegagalan IPDN Menuju Garis Takdir Keminimipas

Siapa sangka, di balik ketegasan dan keberhasilan kariernya saat ini, Aldino muda pernah melewati fase ujian hidup yang cukup berat. Layaknya pemuda daerah yang memiliki mimpi besar, ia sempat mencoba peruntungannya dengan mendaftar di Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN). Namun, saat itu takdir belum berpihak kepadanya dan ia dinyatakan tidak lulus.

Kegagalan tersebut nyatanya tidak membuat Aldino patah arang. Garis tangan dan ketetapan Allah SWT justru menuntunnya ke jalan pengabdian lain yang tak kalah mulia. Beliau akhirnya bergabung menjadi bagian dari korps petugas pengamanan rutan yang kala itu berada di bawah naungan kementerian yang kini bertransformasi menjadi Keminimipas. Sebuah awal dari dedikasi panjang yang ia rajut dengan keikhlasan.

Merangkak dari Bawah: Sukses di Dumai hingga Prestasi di Teluk Kuantan

Perjalanan karier Aldino Octalaperta, SH., MH. di dunia pemasyarakatan benar-benar dimulai dari nol. Sebelum dipercaya memangku jabatan strategis, ia terlebih dahulu meniti langkah sebagai pegawai biasa di Rutan Kelas IIB Dumai. Pengalaman merasakan langsung dinamika tugas sebagai staf di lapangan inilah yang membentuk mentalnya menjadi begitu matang dan kuat.

Berkat loyalitas dan kinerjanya yang menonjol, puncak emosional dalam kariernya terjadi ketika Aldino diberi amanah untuk memimpin pengamanan di tanah kelahirannya sendiri. Selama kurang lebih dua tahun (2017 hingga pertengahan 2019), ia dipercaya menjabat sebagai Kepala Pengamanan Rutan (KPR) Kelas IIB Dumai.

Memimpin pengamanan di tempat dirinya dibesarkan memberikan sentuhan pendekatan yang berbeda; Aldino sangat memahami psikologi warga binaan dan masyarakat sekitar. Selama periode KPR tersebut, ia sukses menakhodai berbagai kebijakan krusial, mulai dari penanganan narapidana tindak pidana korupsi, manajemen penerimaan limpahan narapidana dari Rutan Siak, hingga pengawasan ketat pemberian remisi.

Karier Aldino terus berputar demi tuntutan tugas negara. Selepas dari Dumai, ia dipromosikan sebagai Kepala Kesatuan Pengamanan Lapas (KPLP) di Lapas Kelas IIB Teluk Kuantan selama 3 tahun (2021 hingga September 2024). Di sana, ia mengukir prestasi emas. Meski dihadapkan pada tantangan klasik berupa kelebihan kapasitas (overload), Aldino berhasil mengoptimalkan standar keamanan hingga membawa Lapas Teluk Kuantan meraih penghargaan dan pengakuan dari BNNK Kuansing sebagai Lapas yang kondusif dan bersih dari narkoba (Bersinar).

Berkat rapor bersih dan prestasinya tersebut, pada September 2024, Aldino kembali mendapatkan promosi jabatan struktural sebagai Kepala Subbagian Tata Usaha Lapas Kelas IIA Tembilahan.

Pesan Hangat untuk Rekan Media dan Harapan Pulang Kampung

Selama bertugas, salah satu kunci sukses Aldino dalam menjaga stabilitas institusi adalah kemampuannya membangun komunikasi, termasuk hubungan yang sangat harmonis dengan para kuli tinta. Menanggapi estafet kepemimpinan yang terus berjalan, Aldino menitipkan pesan mendalam bagi rekan-rekan media.

“Hubungan baik, sinergi, dan keharmonisan yang telah terjalin erat antara institusi dan kawan-kawan wartawan selama ini hendaknya terus ditingkatkan dan dilanjutkan bersama pejabat pengganti. Media adalah mitra strategis kami dalam mengedukasi masyarakat,” harap Aldino.

Kini, dengan pangkat Golongan III/c, Aldino Octalaperta, SH.,MH. dinilai sebagai salah satu aset muda potensial yang memiliki masa depan cerah di Keminimipas. Dengan segudang pengalaman lapangan yang merangkak dari bawah, rekam jejak kepemimpinan yang matang, serta berbagai program inovatif yang telah dicanangkan di dalam benaknya, ia dinilai sangat layak untuk dipromosikan kembali memegang tongkat komando yang lebih besar, baik sebagai Kepala Pengamanan Rutan/Lapas maupun sebagai Kepala Rutan (Karutan) di masa depan.

Bagi Aldino, puncak dari segala pengharapan dan cita-citanya adalah sebuah kerinduan yang mendalam untuk kembali mengabdi di tanah kelahiran.

“Besar harapan, dengan diiringi restu, doa-doa dari keluarga, sahabat, dan masyarakat, serta atas kehendak Allah SWT, suatu hari nanti saya bisa kembali pulang untuk memimpin dan memberikan pengabdian terbaik di Kota Dumai, tempat di mana saya pertama kali bekerja sebagai pegawai biasa hingga dibesarkan,” tuturnya penuh optimisme.

Kisah Aldino Octalaperta, SH., MH. adalah sebuah refleksi bahwa kegagalan di satu pintu bukanlah akhir dari segalanya, melainkan cara Tuhan mengarahkan seseorang menuju pintu kesuksesan yang jauh lebih besar melalui kerja keras, proses dari bawah, dan ketulusan dalam mengabdi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *