IMG_20261001_221531
Kabar Nasional

Teguhkan Arah, Prodi Pendidikan Sejarah STKIP Tamsis Bima Bidik Posisi sebagai Rujukan Pembelajaran Muatan Lokal

BIMA — Program Studi Pendidikan Sejarah STKIP Taman Siswa Bima memperkuat arah pengembangan keilmuan dengan menyelenggarakan Sosialisasi dan Penyamaan Persepsi Visi Keilmuan Program Studi Pendidikan Sejarah, Selasa (29/9/2026).

Kegiatan yang berlangsung di lingkungan STKIP Taman Siswa Bima tersebut diikuti 11 dosen Program Studi Pendidikan Sejarah, dua unsur pimpinan STKIP Taman Siswa Bima, Sekretaris Lembaga Penjaminan Mutu Internal (LPMI), serta empat perwakilan mahasiswa.

Sosialisasi tersebut menjadi momentum strategis untuk menyamakan pemahaman sivitas akademika mengenai arah pengembangan Program Studi Pendidikan Sejarah, sekaligus memperkuat identitas keilmuan yang menjadi dasar pelaksanaan pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, pengembangan kurikulum, hingga penguatan jejaring kerja sama.

Plt. Ketua Program Studi Pendidikan Sejarah, A. Gafar Hidayat, M.Pd., menjelaskan visi keilmuan program studi diarahkan pada pengembangan pendidikan sejarah yang profesional, integratif, kritis, berbasis nilai moral dan kearifan lokal, serta adaptif terhadap perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, dan dinamika global.

> “Mengembangkan keilmuan pendidikan sejarah yang berorientasi pada penguatan profesionalisme pendidik, integratif, kritis, berbasis nilai moral dan kearifan lokal, serta menjadi rujukan pembelajaran muatan lokal yang adaptif terhadap perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, dan dinamika global.”

Menurut A. Gafar, visi tersebut tidak boleh berhenti sebagai rumusan formal dalam dokumen program studi. Visi harus diterjemahkan ke dalam berbagai aktivitas akademik dan menjadi arah bersama dalam menjalankan tridharma perguruan tinggi.

Salah satu fokus yang mengemuka dalam kegiatan tersebut adalah upaya menjadikan Program Studi Pendidikan Sejarah sebagai “rujukan pembelajaran muatan lokal berbasis sejarah dan budaya Bima bagi sekolah-sekolah di Kabupaten Bima”.

Untuk mewujudkan arah tersebut, program studi didorong memperkuat penelitian dan dokumentasi sejarah serta budaya lokal Bima, mengembangkan bahan ajar dan sumber belajar, membangun kemitraan dengan sekolah, serta mendampingi guru dalam mengembangkan pembelajaran muatan lokal yang relevan dengan lingkungan sosial dan budaya peserta didik.

“Kita tidak cukup hanya mengatakan bahwa Program Studi Pendidikan Sejarah memiliki keunggulan pada sejarah lokal dan budaya lokal. Keunggulan itu harus terlihat dalam penelitian dosen dan mahasiswa, bahan ajar, pembelajaran, pengabdian kepada masyarakat, kerja sama dengan sekolah, dan produk akademik yang dapat digunakan oleh masyarakat,” ujar A. Gafar.

Ia menambahkan, penguatan sejarah lokal dapat menjadi jembatan yang mempertemukan kampus, sekolah, masyarakat, serta berbagai sumber sejarah dan budaya Bima.

Kegiatan tersebut juga dihadiri unsur LPMI STKIP Taman Siswa Bima, Dr. Arif Hidayat, M.Pd. Dalam penyampaiannya, ia menekankan pentingnya menyelaraskan visi keilmuan program studi dengan visi pengembangan institusi, termasuk semangat **“Go International”** yang menjadi salah satu arah pengembangan STKIP Taman Siswa Bima.

Menurutnya, orientasi global harus diwujudkan dalam program dan praktik akademik, bukan sekadar menjadi slogan institusi.

> “Go international harus diimplementasikan melalui kerja sama internasional dan harus masuk dalam proses pembelajaran,” tegasnya.

Ia menjelaskan, orientasi global dapat mulai dibangun melalui pembelajaran yang memperluas wawasan mahasiswa terhadap perkembangan pendidikan dan keilmuan sejarah di tingkat internasional.

Pengembangan jejaring akademik, kerja sama dengan institusi luar negeri, pemanfaatan sumber belajar internasional, peningkatan literasi akademik, serta kemampuan mahasiswa memahami perkembangan ilmu pengetahuan global menjadi bagian yang perlu dikembangkan secara bertahap.

Dalam konteks tersebut, penguatan sejarah lokal dan budaya Bima tidak dipandang sebagai pembatas ruang akademik mahasiswa. Sebaliknya, sejarah lokal dapat menjadi titik berangkat untuk memperkenalkan kekayaan Bima ke dalam percakapan akademik yang lebih luas.

Dengan demikian, kekuatan lokal dan orientasi global diposisikan sebagai dua hal yang saling melengkapi. Kajian sejarah dan budaya Bima menjadi identitas serta kekuatan akademik program studi, sementara perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, jejaring internasional, dan dinamika global menjadi ruang untuk memperluas kontribusi keilmuan.

Penyamaan persepsi tersebut menegaskan sejumlah arah pengembangan Program Studi Pendidikan Sejarah, antara lain menyamakan pemahaman sivitas akademika terhadap visi keilmuan, memperkuat identitas pendidikan sejarah yang integratif dan kritis, serta mengembangkan pembelajaran yang berbasis nilai moral dan kearifan lokal.

Program studi juga diarahkan untuk memperkuat perannya sebagai rujukan pembelajaran muatan lokal berbasis sejarah dan budaya Bima bagi sekolah-sekolah di Kabupaten Bima.

Selain itu, visi keilmuan diharapkan terintegrasi dalam pelaksanaan tridharma perguruan tinggi melalui peningkatan penelitian, pengabdian kepada masyarakat, pengembangan literasi sejarah, inovasi pembelajaran, serta keterlibatan dosen dan mahasiswa dalam dokumentasi sejarah dan budaya lokal.

Pada saat yang sama, semangat Go International diarahkan untuk masuk dalam pengembangan pembelajaran, penelitian, kerja sama, dan jejaring akademik program studi.

Seluruh arah tersebut bermuara pada satu komitmen: menjadikan visi keilmuan bukan sekadar dokumen akademik, tetapi sebagai dasar dalam penyusunan program kerja dan pengembangan Program Studi Pendidikan Sejarah secara berkelanjutan.

Melalui kegiatan tersebut, Program Studi Pendidikan Sejarah STKIP Taman Siswa Bima menegaskan tagline “Belajar Sejarah, Menginspirasi Masa Depan.”

Tagline tersebut menjadi refleksi bahwa sejarah tidak semata-mata berbicara tentang masa lalu. Sejarah juga menjadi sumber pengetahuan untuk memahami masa kini, membaca perubahan, serta menyiapkan generasi yang mampu menghadapi masa depan dengan berpijak pada nilai, identitas, dan kearifan lokal.

Dengan arah tersebut, Program Studi Pendidikan Sejarah STKIP Taman Siswa Bima berupaya menempatkan kekayaan sejarah dan budaya Bima sebagai kekuatan akademik yang dapat dikembangkan dari tingkat lokal menuju ruang keilmuan yang lebih luas.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *