“Pemerintah Kabupaten Bima di dorong INOVASI dan LPTK STKIP Taman Siswa Bima integrasikan data raport pendidikan untuk perkuat strategi pembelajaran dasar”63 sekolah dan madrasah di Kabupaten Bima kini menjadi pusat perhatian dalam peta jalan transformasi pendidikan dasar di Nusa Tenggara Barat. Program Inovasi untuk Anak Sekolah Indonesia (INOVASI) bersama Pemerintah Kabupaten Bima menggelar Workshop Perencanaan Strategi Implementasi Pembelajaran Literasi dan Numerasi di Aula Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bima, Rabu (6/5/2026), untuk menyasar pemulihan kualitas belajar peserta didik.
Langkah strategis ini menjadi krusial di tengah upaya daerah mengejar ketertinggalan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) melalui penguatan kepemimpinan pembelajaran. Sinergi ini mengintegrasikan peran 30 Fasilitator Daerah (Fasda) yang terdiri dari tenaga pendidik Dinas Pendidikan, Kebudayaan, Pemuda dan Olahraga (Dikbudpora) serta Kementerian Agama guna memastikan intervensi di tingkat akar rumput berjalan presisi.
Perwakilan INOVASI NTB, Dr. Lalu Ari Irawan, pada sambutannya menyatakan, inisiatif ini merupakan kelanjutan dari sederetan pembekalan teknis yang telah dilakukan. Ia menyebut koordinasi awal melalui program Gemar Literasi pada beberapa tahun yang lalu menjadi pintu masuk transformasi kolaborasi di Bima. Program terbaru ini mencakup pendampingan untuk 29 sekolah/madrasah pada aspek literasi dan 34 SD pada penguatan pendidikan karakter.
“Kami sudah menyiapkan pool of talent dan memberikan dukungan teknis numerasi untuk 10 LPTK di NTB. Fokus kami adalah memastikan kesiapan penuh dalam melakukan gebrakan literasi, numerasi, dan karakter yang akan kita evaluasi capaiannya dalam enam bulan ke depan,” ujar Ari Irawan.
Kepala Bappeda Kabupaten Bima, Hariman, menggarisbawahi urgensi penguasaan STEM (Science, Technology, Engineering, and Mathematics) sebagai fondasi daya saing daerah. Menurutnya, tantangan siswa sekolah dasar yang belum menguasai kemampuan baca, tulis, dan hitung (Calistung) merupakan prioritas yang harus segera dituntaskan melalui kebijakan yang didukung penuh oleh anggaran daerah.
Pernyataan seirama juga disampaikan oleh Kadis Dikbudpora Kabupaten Bima, Drs. H. Sahrul. Dirinya menambahkan bahwa implementasi di lapangan akan ditekankan pada metode yang kontekstual dan sederhana. Dicontohkan, strategi tersebut bisa mencakup pembuatan pojok baca dengan desain menarik serta penggunaan media lokal seperti kerikil atau sempoa untuk melatih logika numerasi dalam kehidupan sehari-hari. Termasuk integrasi karakter dalam kegiatan keagamaan.
Sisi akademis diperkuat oleh keterlibatan LPTK STKIP Taman Siswa Bima. Ketua STKIP Taman Siswa Bima, Dr. H. Ibnu Khaldun Sudirman, menjelaskan bahwa sejak 2019 pihaknya telah menyinkronkan program KKN PPL mahasiswa dengan fokus literasi dan numerasi. Kemitraan dengan INOVASI dianggap membuat arah kebijakan kampus menjadi lebih terukur, terutama dengan adanya konsentrasi pendidikan karakter pada jenjang S1 PGSD dan S2 Pedagogi.
Keberhasilan masa lalu menjadi tolok ukur optimisme program ini. Kabag Organisasi Setda Kabupaten Bima, Rani Wahyuni, mengungkapkan bahwa pada fase pendampingan sebelumnya, sebanyak 25 sekolah berhasil bertransformasi dari zona merah ke zona hijau dalam raport pendidikan. Capaian ini bahkan sempat menjadi rujukan nasional untuk implementasi Merdeka Belajar.
Kakan Kemenag Kabupaten Bima, H. Mujiburahman, menekankan pentingnya aspek manajerial dalam perencanaan ini. Ia menyatakan bahwa kesuksesan tujuan pendidikan bergantung pada perencanaan masa kini yang dievaluasi secara berkala. Implementasi program ke depan akan diawasi secara ketat untuk memastikan setiap aktivitas sesuai dengan rencana strategis yang telah disusun bersama.
Workshop ini menekankan proses refleksi, terutama pada capaian satu tahun terakhir sebagai basis data untuk menyusun rencana operasional enam bulan ke depan. Fokus utama kini beralih pada pemantapan peran pengawas sekolah melalui penguatan Pokjawas di seluruh wilayah Kabupaten Bima guna menjamin keberlanjutan program.



