Jepara – Sepekan menjelang Hari Raya Idul Fitri, harga sejumlah bahan pokok di pasar tradisional Kabupaten Jepara terpantau relatif stabil. Namun, cabai rawit merah menjadi komoditas dengan harga tertinggi dibandingkan bahan pangan lainnya.
Berdasarkan hasil pemantauan harga di Pasar Jepara II, Pasar Bangsri, dan Pasar Pecangaan, harga cabai rawit merah berada pada kisaran Rp80.000 hingga Rp82.000 per kilogram. Bahkan di beberapa pedagang, harga komoditas tersebut dilaporkan sempat menembus Rp100.000 per kilogram, tertinggi sepanjang tahun ini.
Secara rata-rata di tingkat kabupaten, harga cabai rawit merah tercatat sekitar Rp80.667 per kilogram. Angka tersebut jauh lebih tinggi dibandingkan sejumlah komoditas pangan lain seperti beras medium yang berada di kisaran Rp13.000 per kilogram, telur ayam ras sekitar Rp29.000 per kilogram, serta ayam ras sekitar Rp40.000 per kilogram.
Tingginya harga cabai rawit merah menjadikannya sebagai salah satu komoditas paling mahal dalam kelompok bahan pangan harian masyarakat menjelang perayaan Idul Fitri.
Salah satu pedagang di pasar, Dewi, mengaku harga cabai rawit merah kali ini merupakan yang tertinggi dalam beberapa waktu terakhir. Menurutnya, lonjakan harga kemungkinan dipicu oleh meningkatnya permintaan masyarakat menjelang hari raya.
“Baru kali ini cabai harganya sampai Rp100.000 per kilogram. Mungkin karena permintaan menjelang Lebaran meningkat. Banyak pembeli juga mengeluh karena harganya mahal,” ujarnya.
Lonjakan permintaan tersebut menyebabkan harga cabai rawit merah di sejumlah lapak mengalami kenaikan hingga mencapai Rp100.000 per kilogram.
Sementara itu, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Jepara, Anjar Jambore Widodo, menyampaikan bahwa meningkatnya harga cabai rawit merah tidak lepas dari tingginya kebutuhan masyarakat menjelang Idul Fitri.
“Hanya memang permintaan sangat tinggi menjelang Hari Raya Idul Fitri,” ujarnya singkat saat ditemui.
Pemerintah daerah melalui pemantauan rutin harga bahan pokok terus melakukan pengawasan terhadap perkembangan harga komoditas strategis di pasar guna menjaga stabilitas harga serta memastikan ketersediaan pasokan bagi masyarakat. Meski demikian, di lapangan harga cabai rawit merah masih menunjukkan lonjakan yang cukup signifikan di sejumlah pedagang.



