SEMARANG — Pertumbuhan kendaraan listrik di Indonesia terus melonjak. Data penjualan menunjukkan mobil listrik atau Electric Vehicle (EV) pada 2024 tercatat sebanyak 43.188 unit, sementara pada 2025 meningkat tajam menjadi 103.931 unit. Lonjakan ini memunculkan potensi baru di sektor keselamatan, termasuk kemungkinan kecelakaan yang melibatkan kendaraan listrik.
Melihat tren tersebut, Basarnas melalui Kantor Pencarian dan Pertolongan Semarang memberikan perhatian khusus terhadap penanganan korban kecelakaan mobil listrik, khususnya korban yang terjepit di dalam kendaraan.
Sebagai langkah antisipasi, Kantor SAR Semarang mengundang perwakilan dealer kendaraan listrik BYD dari BYD Haka Auto untuk memperkenalkan teknologi mobil listrik kepada personel SAR. Kegiatan tersebut digelar pada Selasa (11/3).
Kepala Kantor SAR Semarang Budiono mengatakan, kegiatan ini penting untuk memberikan pemahaman kepada personel SAR terkait cara kerja kendaraan listrik serta prosedur keselamatan saat melakukan evakuasi korban kecelakaan.
“Kami menghadirkan tim dari dealer BYD Semarang untuk mengenalkan mobil listrik, bagaimana cara kerjanya serta apa yang bisa dan tidak bisa kami lakukan saat menangani kecelakaan mobil listrik yang penumpangnya terjepit di dalam kabin,” ujarnya.
Menurutnya, pembekalan ini juga bertujuan untuk meminimalisir risiko yang dapat membahayakan petugas saat melakukan proses penyelamatan.
“Kegiatan ini bertujuan untuk menghindarkan personel kami dari hal-hal yang dapat membahayakan keselamatan, mengingat penanganan korban terjepit pada mobil listrik belum pernah kami lakukan sebelumnya,” tambahnya.
Dalam kegiatan tersebut, tim dari BYD memberikan pemaparan mengenai teknologi kendaraan listrik, termasuk karakteristik sistem kelistrikan bertegangan tinggi yang digunakan pada mobil EV. Materi juga mencakup prosedur keselamatan serta langkah-langkah penanganan apabila terjadi kondisi darurat seperti kecelakaan.
Selain sesi pemaparan, pihak dealer juga menghadirkan dua unit kendaraan listrik untuk diperkenalkan secara langsung kepada peserta, yakni BYD Sealion 7 dan BYD M6. Para personel SAR dapat melihat langsung fitur, sistem keamanan, serta komponen penting kendaraan listrik yang perlu diperhatikan dalam situasi darurat.
Budiono berharap kegiatan ini dapat meningkatkan kesiapsiagaan personel SAR dalam menghadapi potensi kecelakaan yang melibatkan kendaraan listrik.
“Melalui kegiatan ini diharapkan personel SAR Semarang dapat menambah wawasan dan kesiapsiagaan dalam menghadapi berbagai potensi kejadian yang melibatkan kendaraan listrik, sehingga proses pertolongan dan penyelamatan dapat dilakukan dengan lebih aman dan efektif,” pungkasnya.



