Bima — Komitmen peningkatan mutu sumber daya manusia (SDM) dosen terus diperkuat melalui keikutsertaan dalam Pelatihan Peningkatan Keterampilan Dasar Teknik Instruksional (PEKERTI) Batch 26 yang diselenggarakan oleh Universitas Ahmad Dahlan pada 09–13 Februari 2026. Kegiatan yang berlangsung selama lima hari tersebut berjalan lancar dan diikuti oleh 54 peserta dari 17 perguruan tinggi, membentang dari wilayah timur Nusa Tenggara Timur hingga barat Aceh.
Dari jumlah tersebut, 20 peserta merupakan dosen STKIP Taman Siswa Bima yang secara khusus didorong mengikuti pelatihan sebagai bagian dari kebijakan strategis kampus dalam meningkatkan kompetensi pedagogik.
Pada acara penutupan, Ketua STKIP Taman Siswa Bima, Dr. Ibnu Khaldun Sudirman, M.Si, menyampaikan apresiasi kepada Universitas Ahmad Dahlan atas terselenggaranya pelatihan yang dinilai sangat relevan dengan kebutuhan penguatan kapasitas dosen di era pendidikan tinggi yang semakin kompetitif.
“Kami terus mencari peluang untuk bisa ‘mencuri ilmu’ dan belajar dari UAD. Banyak praktik baik yang bisa kami adaptasi untuk kemajuan kampus,” ujarnya.
Ia menegaskan, kampus yang dipimpinnya kini menerapkan regulasi baru yang mewajibkan seluruh dosen mengikuti PEKERTI, tanpa terkecuali, termasuk bagi mereka yang telah bergelar magister maupun doktor. Kebijakan tersebut diambil sebagai respons atas tuntutan profesionalisme dan standar mutu pembelajaran di perguruan tinggi.
“Lulusan magister dan doktor tidak serta-merta langsung menjadi dosen. Kami mewajibkan mengikuti PEKERTI agar memiliki fondasi pedagogik yang kuat. Bahkan doktor sekalipun tetap harus mengikuti pelatihan ini,” tegasnya.
Selain PEKERTI, STKIP Taman Siswa Bima juga tengah menantikan pelaksanaan Pelatihan Applied Approach (AA) di Universitas Ahmad Dahlan sebagai kelanjutan penguatan kompetensi instruksional dosen.
Lebih jauh, Dr. Ibnu Khaldun menyampaikan bahwa kerja sama antara STKIP Taman Siswa Bima dan Universitas Ahmad Dahlan akan terus berlanjut. Menurutnya, UAD menjadi salah satu role model perguruan tinggi swasta (PTS) yang mampu bangkit dan menorehkan capaian membanggakan hingga menempati peringkat 8 nasional.
“UAD adalah contoh nyata bagaimana PTS mampu berkembang pesat secara institusional dan akademik. Karena itu, STKIP Taman Siswa Bima harus banyak belajar dan membangun kolaborasi berkelanjutan,” katanya.
Sebagai bentuk keseriusan dalam peningkatan mutu, seluruh pembiayaan PEKERTI Batch 26 bagi dosen STKIP Taman Siswa Bima ditanggung oleh kampus dengan skema variatif, mulai dari subsidi 25 persen hingga 100 persen. Kebijakan ini dipandang sebagai investasi jangka panjang dalam membangun kualitas pembelajaran dan daya saing institusi.
Langkah progresif tersebut sekaligus menegaskan bahwa transformasi pendidikan tinggi tidak hanya bertumpu pada pembangunan fisik dan akreditasi, tetapi juga pada penguatan kompetensi dosen sebagai ujung tombak proses akademik. Melalui kebijakan wajib PEKERTI dan penguatan kemitraan strategis, STKIP Taman Siswa Bima menunjukkan keseriusannya dalam mencetak tenaga pendidik profesional dan adaptif di tengah dinamika dunia pendidikan nasional.



