Bima – STKIP Taman Siswa Bima menyelenggarakan kegiatan khataman Al-Qur’an massal yang melibatkan dosen, staf, dan mahasiswa di lingkungan kampus Bima pada Jumat (13/3/2026). Inisiatif ini menandai langkah strategis institusi dalam memperkuat landasan moral dan budaya literasi religi di tengah komunitas akademik.
Kegiatan ini menjadi signifikan sebagai upaya transisi dari sekadar agenda seremonial menuju pembentukan kebiasaan institusional yang berkelanjutan. Di tengah dinamika pendidikan modern, integrasi nilai-nilai spiritual dianggap krusial untuk membentuk karakter tenaga pendidik masa depan yang memiliki keseimbangan antara kecerdasan intelektual dan integritas moral.
Pelaksanaan khataman massal ini memfasilitasi seluruh sivitas akademika untuk berpartisipasi dalam pembacaan ayat suci secara kolektif, menciptakan lingkungan belajar yang kondusif bagi pengembangan etika profesional dan personal bagi para mahasiswa dan pegawai.
Ketua STKIP Taman Siswa Bima, Dr. H. Ibnu Khaldun Sudirman, M.Si., yang hadir secara online menyatakan dukungannya terhadap program ini sebagai bagian dari identitas sekolah dan institusi. Ia menekankan bahwa kegiatan ini diharapkan tidak berhenti sebagai peristiwa satu waktu, melainkan menjadi rutinitas yang melekat pada operasional kampus.
“Kami mendukung kegiatan khataman Al-Quran yang dilaksanakan oleh dosen, pegawai, dan mahasiswa. Semoga kegiatan ini menjadi kebiasaan yang dijalankan oleh institusi maupun sekolah,” ujar Dr. H. Ibnu Khaldun Sudirman, M.Si.
Pernyataan tersebut menggarisbawahi komitmen pimpinan kampus dalam mendorong transformasi perilaku kolektif. Dengan melibatkan seluruh elemen organisasi, kampanye literasi Al-Quran ini diproyeksikan memberikan dampak psikologis positif dan mempererat soliditas internal institusi pendidikan tersebut.
Secara global, tren penguatan karakter berbasis nilai lokal dan religi dalam pendidikan tinggi mulai banyak diadopsi untuk memitigasi krisis moralitas di era digital. STKIP Taman Siswa Bima memposisikan diri sebagai salah satu lembaga yang memprioritaskan pendekatan holistik ini dalam visi pengembangan sumber daya manusianya.
Pengelola kampus menyatakan akan melakukan pemantauan berkala terhadap efektivitas program ini. Evaluasi akan difokuskan pada sejauh mana kegiatan religi ini berkontribusi terhadap disiplin kerja dan etos belajar mahasiswa di lingkungan STKIP Taman Siswa Bima ke depannya.
Hingga saat ini, pihak kampus berencana menjadikan momentum khataman ini sebagai pemicu untuk meluncurkan program-program serupa yang lebih terstruktur.
Langkah selanjutnya, lanjut Ketua STKIP Taman Siswa Bima, meliputi penyusunan jadwal rutin yang akan diintegrasikan ke dalam kalender akademik tahunan guna memastikan keberlanjutan tradisi tersebut.



