JEPARA — Program pembangunan Koperasi Desa Merah Putih (Kopdes) di Kabupaten Jepara mulai menunjukkan progres. Dari target 184 unit Kopdes dengan skema satu desa satu koperasi, hingga 13 Maret 2026 tercatat sebanyak 117 unit telah terbangun.
Dari jumlah tersebut, 12 unit Kopdes sudah rampung 100 persen dan beroperasi di 12 desa, yakni KDKMP Desa Karanganyar (Kecamatan Welahan), KDKMP Desa Gelang (Kecamatan Keling), KDKMP Desa Daren (Kecamatan Nalumsari), KDKMP Desa Jerukwangi (Kecamatan Bangsri), KDKMP Desa Buaran (Kecamatan Mayong), KDKMP Desa Jebol (Kecamatan Mayong), KDKMP Desa Bendanpete, KDKMP Desa Kalipucang Kulon, KDKMP Desa Balong, KDKMP Desa Bugo (Kecamatan Welahan), KDKMP Desa Somosari (Kecamatan Batealit), serta KDKMP Desa Dermolo (Kecamatan Kembang).
Ws. Pasi Intel Kodim 0719/Jepara, Letda Inf. Devi Norma, mengatakan pembangunan Kopdes dirancang dengan standar luas bangunan sekitar 20 x 10 meter dengan kebutuhan lahan sekitar 20 x 30 meter.
“Bangunan ini difungsikan sebagai kantor koperasi, ruang pelayanan anggota, hingga gudang penyimpanan komoditas desa,” ujarnya.
Namun, percepatan pembangunan Kopdes di sejumlah desa masih menghadapi kendala, terutama terkait ketersediaan lahan. Tidak sedikit desa yang belum memiliki tanah kas desa yang siap digunakan untuk pembangunan fasilitas koperasi.
Selain itu, sebagian wilayah desa berada dalam kawasan Lahan Sawah Dilindungi (LSD) sehingga tidak dapat dialihfungsikan untuk pembangunan gedung permanen.
Sebagai solusi, desa dapat memanfaatkan alternatif lahan lain yang sesuai aturan tata ruang, termasuk menggunakan skema sewa lahan, tergantung kemampuan pengelola koperasi desa.
Aturan tata ruang terbaru yang mulai berlaku pada Januari 2026 juga membuat beberapa desa harus menyesuaikan lokasi pembangunan agar sesuai dengan regulasi.
Meski menghadapi tantangan tersebut, pembangunan Kopdes tetap menjadi program prioritas karena dinilai strategis dalam memperkuat perekonomian desa. Koperasi diharapkan menjadi pusat distribusi, penyimpanan, sekaligus pengelolaan potensi ekonomi lokal masyarakat desa.
Pemerintah daerah bersama pemerintah desa kini terus mencari solusi, termasuk optimalisasi aset desa serta penyediaan lahan alternatif agar target 184 unit Kopdes di seluruh desa di Jepara dapat terealisasi secara bertahap.
Terkait anggaran pembangunan Kopdes, Devi menyebutkan 3 milyar untuk 1 untuk kopdes sampai dengan semua kelengkapan hingga beroperasi, pihaknya belum dapat menjelaskan secara rinci.
“Untuk rinciannya merupakan kebijakan dari pemerintah pusat,” pungkasnya.



