Tata cara dan Prosedur Pengiriman Barang Ekspor Melalui Udara

Oleh : Qusyairi

Di susun berdasarkan pengalaman dilapangan
dan dirangkum dari berbagai sumber

Prosedur Ekspor – Pengertian Ekspor barang pada umumnya adalah kegiatan mengeluarkan / mengirim barang ke luar negeri, biasanya dalam jumlah besar untuk tujuan perdagangan, dan melibatkan Customs (Bea Cukai) baik di negara asal maupun negara tujuan. Bea Cukai bertugas sebagai pengawas keluar masuknya / lalu lintas barang dalam suatu negara. Berikut langkah-langkah yang biasa dilakukan dalam proses ekspor :

  1. Mencari tahu terlebih dahulu apakah barang yang akan kita ekspor tersebut termasuk barang yang dilarang untuk di ekspor, diperbolehkan untuk diekspor tetapi dengan pembatasan, atau barang yang bebas diekspor (Menurut undang-undang dan peraturan di Indonesia).
  2. Memastikan juga apakah barang kita diperbolehkan untuk masuk ke negara tujuan ekspor.
  3. Jika belum mendapatkan pembeli (buyer) di luar negeri kita bisa melakukan strategi pemasaran barang ekspor dengan berbagai metode, baik pemasaran secara offline maupun online.
  4. Jika kita sudah mendapatkan pembeli (buyer), sepakat dalam menentukan sistem pembayaran dengan buyer, menentukan quantity dan spek barang yang akan di ekspor, dll, maka selanjutnya kita mempersiapkan barang yang akan kita ekspor dan dokumen – dokumennya sesuai kesepakatan dengan buyer.
  5. Melakukan pemberitahuan pabean ekspor kepada pemerintah (Bea Cukai) dengan menggunakan dokumen Pemberitahuan Ekspor Barang (PEB) beserta dokumen pelengkapnya.
  6. Setelah eksportasi kita disetujui oleh Bea Cukai, maka akan diterbitkan dokumen NPE (Nota Persetujuan Ekspor). Jika sudah terbit NPE, maka secara hukum barang kita sudah dianggap sebagai barang ekspor.
  7. Secara paralel kita juga bisa melakukan aktivitas stuffing (mengemas dan memuat barang ke dalam container) serta melakukan proses pengapalan barang kita menggunakan moda transportasi udara (air cargo), laut (sea cargo), atau darat.
  8. Mengasuransikan barang / kargo kita (optional, jika menggunakan Incoterm yang berkaitan)
  9. Mengambil pembayaran di Bank (Jika pembayaran menggunakan LC (Letter Of Credit) atau pembayaran di akhir.

Secara umum proses outgoing kargo ekspor adalah sebagai berikut :

  1. Kargo yang akan dikirim akan dilakukan pembukuan (reservation) terlebih dahulu, Setelah
  2. melakukan reservation, kargo akan dibawa ke Gudang Penerimaan Kargo (Warehouse Acceptance),

untuk penanganan sbb :

  • Form Pemberitahuan Ekspor Barang (PEB) dan Pemberitahuan Ekspor Barang Tertentu (PEBT)
  • Form Shipper Letter of Instruction (SLI)
  • Packing List
  • Perishable dan Live Animal dilengkapi dokumen karantina
  • Dokumen pelengkap lainnya.

Dari proses di gudang penerimaan, kargo akan dibawa ke unit Bea dan Cukai (customs)
untuk mendapatkan persetujuan muat (fiat muat) apabila dokumen pengangkutan sudah lengkap.
Persetujuan itu berupa pengecapan stempel, dimana stempel tersebut sebagai tanda bahwa kargo
yang bersangkutan diizinkan oleh pihak bea cukai untuk dikirim.
Kemudian kargo yang dikirimkan sebelum disimpan di gudang pengiriman (Warehouse Movement)
dilakukan pemeriksaan X-Ray terlebih dahulu, untuk mengetahui isi yang akan dikirim.
Setelah pemeriksaan tersebut maka kargo akan disimpan di gudang (Storage area). Kargo yang akan
dikirim akan di packing ulang dengan menggunakan plastik di Build up area. Jika sudah siap, kargo
akan dimuat ke pesawat. lihat tarif pengiriman Klik disini

Post Author: GLOBEIndonesia.com

GLOBEIndonesia.com

Tinggalkan Balasan