Oleh : Thoha Muntaha
Menyebut kata Gus nampaknya ingatan kita terbawa pada nama Agus yang sudah mendunia mengiringi nama Asep dan Sugeng membentuk paguyuban bernama Agus Agus Bersaudara AAB yang memiliki 2000 member
Di Jember ada ajang bakat pemilihan duta wisata yang di adakan tiap dua tahun sekali yang pemenang nya diharapkan mampu memberi motivasi dan tauladan bagi kaum remaja untuk berprestasi
Dalam tradisi pesantren Gus adalah sebutan bagi keturunan laki laki dan Ning bagi keturunan perempuan dari seorang kiyai yang tentunya melekat keistimewaan yang tidak sembarang orang bisa memiliki nya sehingga Gus atau Ning yang demikian disebut linnasab
Ada juga Gus atau Ning diperoleh melalui keberuntungan karena keilmuannya yang tinggi sehingga ia di ambil menantu sang kyai
Namun jika karena untuk memperoleh nya melalui ambisi atau akibat obsesinya disebut Gus atau Ning tanpa menyertakan prestasi keilmuan maka publik menyebut linnusub alias caper atau cari perhatian
Lalu kepada Abdullah Azwar Anas dan Ipuk istrinya apakah bisa memantaskaan diri menyandang panggilan Gus dan Ning
Jawabannya :
Sangat pantas karena AAA adalah keturunan KH Muhammad Muayidi pendiri sekaligus pengasuh pondok pesantren Mabadi’ul Ihsan yang sekarang makin berkembang ditangan AAA bersaudara sehingga sang istri Ipuk berhak pula dipanggil Ning
Bahkan kehadiran Gus dr Mufti Anam adik kandung Gus Anas dalam keluarga besar waliyullah KH Hamid Pasuruan adalah juga Memperkuat sebutan Gus terhadap seluruh keluarga besar keturunan KH Muhammad Musayidi
Perhatian Gus Anas dan Ning Ipuk kepada dunia pendidikan tidak hanya fokus pada pesantren tapi juga menyasar sekolah “modern” Lazuardi Tursina yang berafiliasi kepada sekolah Cambridge UK dan mampu berdiri tegak di lingkungan perumahan elit dadapan banyuwangi sebuah terobosan luar biasa yang tidak sembarang Gus bisa melakukannya



