IMG-20260203-WA0012
Kabar Internasional

Belajar Bareng” Inovasi-Tamsis Lahirkan Mata Kuliah Pedagogi Pendidikan Karakter

Bima – Program “Belajar Bareng” antara INOVASI dan STKIP Taman Siswa Bima (Tamsis) menghasilkan mata kuliah baru bertajuk Pedagogi Pendidikan Karakter, pada Prodi S2 Pedagogi. Hal ini sebagai upaya memperkuat peran LPTK dalam pengembangan karakter peserta didik.

Mata kuliah tersebut dirancang melalui diskusi intensif dosen dan mitra INOVASI, dengan outline meliputi analisis kebijakan karakter Indonesia, konstruksi konseptual pendidikan karakter, telaah proses pembentukan karakter anak dan dewasa, peran teknologi informasi, perancangan asesmen, monitoring dan evaluasi, hingga desain pedagogi pendidikan karakter yang kontekstual.

Ketua STKIP Taman Siswa Bima, Dr. H. Ibnu Khaldun Sudirman, M.Pd., menyatakan kemitraan dengan INOVASI menjadi langkah strategis bagi kampus di daerah yang jauh dari “dapur kebijakan,” untuk terus belajar dan merangkum praktik pendidikan mutakhir.

“Kami memantapkan hati bermitra dengan INOVASI. Tamsis ingin menjadi kampus pelopor yang fokus pada mata kuliah spesifik pendidikan karakter,” ujarnya.

Program Director INOVASI, Sri Widuri, menegaskan kolaborasi tersebut baru langkah awal. INOVASI, kata dia, ingin terus belajar bersama Tamsis dengan pendekatan Problem Driven Iterative Adaptation (PDIA) untuk memperkuat pendidikan karakter.

“Selama ini pendidikan karakter sering diposisikan sebagai pelengkap akademik lain. Padahal perannya sangat mendasar. LPTK memiliki gap besar antara teori, praktik, dan kebijakan. Di sinilah kami ingin memperpendek jarak itu,” jelasnya.

Ia juga menekankan peran INOVASI sebagai penghubung antara pusat dan daerah, serta antara kebijakan dan praktik pendidikan di lapangan.

Kegiatan tersebut dihadiri Sekretaris Dinas Dikbudpora Kabupaten Bima, Kepala BRIDA Kabupaten Bima, pengawas sekolah, kaprodi, dan dosen lingkup STKIP Taman Siswa Bima. Sejumlah tindak lanjut disepakati, di antaranya kuliah umum, refleksi rutin, serta pengembangan modul pembelajaran pendidikan karakter.

Kepala BRIDA Kabupaten Bima, Rani Wahyuningsih, menilai pendidikan karakter menjadi kebutuhan mendesak di tengah degradasi moral. Ia mendorong adanya riset kontekstual untuk menjawab kebutuhan daerah.

“Kita perlu data dan riset kecil, mengapa Bima membutuhkan pendidikan karakter. Kami mengapresiasi langkah Tamsis dan INOVASI dan siap membuka ruang diskusi lanjutan,” katanya.

Sementara itu, Sekretaris Dinas Dikbudpora Kabupaten Bima, Faturahman, menekankan penguatan karakter sebagai fondasi pembangunan SDM daerah. Menurutnya, karakter pengawas, kepala sekolah, dan guru akan menjadi teladan langsung bagi peserta didik.

Kegiatan ditutup dengan penandatanganan berita acara penamaan matakuliah Pedagogi Pendidikan Karakter untuk S2 Pedagogi dan Pengantar Pedagogi Pendidikan Karakter untuk Prodi PGSD.

Sebagai informasi, upaya penguatan kurikulum pendidikan karakter terus mendapat perhatian serius melalui kerja sama internasional. STKIP Tamsis Bima berkolaborasi dengan Program INOVASI menggelar Workshop Kolaborasi Internasional Kemitraan Australia–Indonesia yang difokuskan pada pengembangan kurikulum pendidikan karakter, Senin–Selasa (2–3 Februari 2026).

Kegiatan yang berlangsung selama dua hari, di Ruangan Beradab, STKIP Tamsis ini, menjadi ruang refleksi, dialog, dan perumusan tindak lanjut strategis antara lembaga pendidikan tinggi keguruan dengan mitra internasional. Khususnya dalam menjawab tantangan mendasar dunia pendidikan di Indonesia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *