Karawang, 22 januari 2026 - Upaya meningkatkan produktivitas pertanian sekaligus menjaga keseimbangan lingkungan terus dilakukan di Desa Batujaya, Kabupaten Karawang.
Melalui kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN), mahasiswa Universitas Singaperbangsa Karawang (UNSIKA) menggelar penyuluhan pertanian yang berfokus pada penanganan dan
pencegahan hama tikus secara ramah lingkungan.
Kegiatan yang dilaksanakan pada 22 Januari 2026 di Kantor Desa Batujaya ini menyasar kelompok tani setempat. Penyuluhan difokuskan pada pengendalian hama tikus yang selama ini
menjadi salah satu penyebab utama menurunnya hasil panen padi di wilayah tersebut.
Dalam pemaparannya, pemateri dan UPTD Pertanian menjelaskan karakteristik hama tikus, pola serangan, serta dampaknya terhadap produktivitas lahan persawahan. Petani juga
diperkenalkan pada metode Pengendalian Hama Terpadu melalui pemanfaatan burung hantu Tyllo Alba sebagai predator alami tikus dengan menggunakan Rumah Burung Hantu (RUBUHA).
Koordinator Desa KKN Batujaya, Edrianzah Rahmat menyampaikan bahwa kegiatan ini dirancang untuk memberikan alternatif pengendalian hama yang lebih aman dibandingkan penggunaan bahan kimia.
"Melalui penyuluhan ini, kami berharap petani dapat memahami bahwa pengendalian hama tidak selalu harus bergantung pada pestisida, tetapi bisa dilakukan dengan cara yang lebih
berkelanjutan dan ramah lingkungan," ujarnya saat memberikan sambutan.
Pelaksanaan kegiatan berlangsung interaktif. Selain penyampaian materi, sesi diskusi dan tanya jawab dimanfaatkan petani untuk menyampaikan permasalahan yang mereka hadapi di lapangan,
khusunya terkait serangan hama tikus yang sulit dikendalikan. Antusiasme peserta terlihat dari banyaknya pertanyaan dan diskusi yang berkembang selama kegiatan berlangsung.
Penyuluhan ini melibatkan berbagai pihak, mulai dari tim KKN Unsika, Kelompok Tani, hingga perangkat Desa Batujaya. Kegiatan ditutup dengan pemberian sertifikat kepada pemateri serta peresmian
simbolis RUBUHA sebagai bentuk komitmen penerapan metode pengendalian hama ramah lingkungan.
Hasil dari kegiatan ini menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan petani mengenai pola serangan hama tikus serta alternatif pengendalian lebih berkelanjutan.
Selain itu, kegiatan ini juga memperkuat komunikasi antara petani, pemerintah desa, dan pendamping pertanian dalam upaya menjaga ketahanan pangan.
Ke depan, pemerintah desa dan kelompok tani diharapkan dapat menindaklanjuti hasil penyuluhan dengan penerapan RUBUHA di lahan pertanian secara berkelanjutan.
Pendamping lanjutan dinilai penting agar metode ini dapat memberikan dampak jangka panjang terhadap peningkatan hasil panen dan kelestarian lingkungan pertanian di Desa Bayujaya.