Suasana kegiatan Pelayanan Posyandu Rutin dan Edukasi Gizi Balita di Desa Batujaya.
Kabar Edukasi

Meningkatkan Kesehatan Ibu dan Anak Melalui Pelayanan Posyandu Rutin dan Edukasi Gizi Balita di Desa Batujaya Oleh Mahasiswa KKN Desa Batujaya 2026

Karawang, Januari 2026 — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Singaperbangsa Karawang turut berpartisipasi aktif dalam kegiatan Pelayanan Posyandu Rutin yang dilaksanakan di beberapa Posyandu wilayah Desa Batujaya, Kecamatan Batujaya, Kabupaten Karawang. Kegiatan ini merupakan agenda rutin bulanan desa yang bertujuan untuk memantau tumbuh kembang balita serta kondisi kesehatan masyarakat, khususnya ibu hamil, bayi, balita, dan lansia.

Pelayanan Posyandu Rutin Desa Batujaya dilaksanakan sebanyak enam kali selama bulan Januari 2026, yaitu pada tanggal 6, 7, 8, 14, 15, dan 20 Januari 2026, yang tersebar di Posyandu Flamboyan 1 hingga Flamboyan 6. Kegiatan ini dikelola oleh kader posyandu dengan pendampingan bidan desa serta dukungan petugas puskesmas, dengan melibatkan peran aktif mahasiswa KKN sebagai tenaga pendukung di lapangan.

Kegiatan utama dalam pelayanan posyandu meliputi pengukuran antropometri, antara lain penimbangan berat badan dan pengukuran tinggi badan balita, pengukuran lingkar kepala pada bayi dan baduta, serta pengukuran lingkar perut dan pemeriksaan kesehatan dasar bagi kelompok dewasa dan lansia. Seluruh hasil pengukuran dicatat dalam buku KIA dan KMS sebagai data pemantauan status gizi dan kesehatan masyarakat. Pada pelaksanaan Posyandu ILP di Posyandu Flamboyan 1, masyarakat juga mendapatkan pelayanan pemeriksaan kesehatan gratis dari petugas puskesmas.

“Kegiatan posyandu memiliki peran penting dalam mendeteksi secara dini permasalahan gizi dan kesehatan, khususnya pada ibu dan anak,” ujar Bidan Desa Batujaya saat kegiatan berlangsung.

Selain pelayanan posyandu rutin, mahasiswa KKN UNSIKA juga melaksanakan Edukasi Gizi dan Kesehatan Balita dengan tema “Emo-Demo Kolostrum untuk Bayiku” yang dilaksanakan pada 8 Januari 2026 di Posyandu Flamboyan 4. Kegiatan edukasi ini dilatarbelakangi oleh masih ditemukannya persepsi keliru di masyarakat terkait kolostrum, yang dianggap bukan ASI yang baik bagi bayi, padahal kolostrum memiliki manfaat penting dalam meningkatkan daya tahan tubuh bayi dan mencegah stunting sejak dini.

Edukasi gizi ini menggunakan metode Emo Demo (Emotional Demonstration), yaitu pendekatan edukasi interaktif melalui demonstrasi visual, permainan sederhana, dan sesi tanya jawab yang melibatkan emosi serta partisipasi aktif peserta. Materi yang disampaikan menekankan bahwa kolostrum yang berwarna kuning dan bertekstur kental merupakan ASI pertama yang normal dan sangat bermanfaat bagi bayi. Kegiatan ini diikuti oleh ibu hamil dan ibu menyusui yang tampak antusias mengikuti seluruh rangkaian kegiatan.

Mahasiswa KKN UNSIKA berperan membantu jalannya seluruh kegiatan, mulai dari pendaftaran peserta, pendampingan pengukuran antropometri, pencatatan data, hingga penyampaian edukasi gizi kepada masyarakat. Kehadiran mahasiswa KKN memberikan dukungan positif bagi kader posyandu dan bidan desa sehingga pelayanan kesehatan dapat berjalan lebih tertib, efektif, dan optimal.

Kegiatan Pelayanan Posyandu Rutin dan Edukasi Gizi Balita ini mendapat sambutan positif dari masyarakat. Tingkat kehadiran sasaran kegiatan tergolong baik, serta terlihat adanya partisipasi aktif ibu dalam mengikuti edukasi gizi. Sinergi antara mahasiswa KKN, kader posyandu, bidan desa, RT, dan petugas puskesmas menjadi faktor pendukung utama kelancaran seluruh rangkaian kegiatan.

Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKN Desa Batujaya 2026 berharap dapat berkontribusi dalam meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya pemantauan kesehatan ibu dan anak secara rutin serta mendukung upaya pencegahan stunting dan peningkatan kualitas kesehatan masyarakat Desa Batujaya secara berkelanjutan.

Penulis: Fatimatuzzahra & Hilma Maula

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *